TENTANG KAMI

>> 1.10.2025

Hafid PR

Pria kelahiran Boyolali 9 Agustus 1978 yang bernama lengkap Hafid Purwono Raharjo ini adalah pelopor berdirinya Paroden Basah. Karakternya yang semi keras namun begitu romantis membuat Mbak Heni, si dara manis yang selama entah berapa abad ia esemi kalo ketemu, akhirnya luluh dan bersedia menyerahkan kegadisannya pada jejaka berkulit putih itu. Kedisiplinan dan dedikasinya yang begitu tinggi membuat Paroden Basah begitu rindu "pisuhannya". Dialah Kepala Suku yang tak segan mengeluarkan beberapa pak rokok untuk anak buahnya yang kepingin "berasap". Dialah penyemangat kami ketika disuruh mengisi acara RCTI beberapa tahun yang lalu. Lelaki berkacamata ini pernah tercatat sebagai salah satu ketua Teater Peron. Sekarang ia hidup bahagia dengan istri dan seorang anak perempuannya yang cuantiknya minta ampun (tapi masih kecil lho). Sampai detik ini ia masih tercatat sebagai karyawan penerbit dan percetakan Fokus di Kartasura.


Adi Ben Slamet
Banyak orang menyebutnya makhluk paling halus di Paroden Basah. Anti rokok, anti misuh, lembut tutur kata, tapi kalo sedang blue-dregs jangankan semut, gajahpun akan dilalap sampai habis. Kalo dia sudah ngomong, haram bagi lainnya untuk menyela, hehehe…. Tanggal 3 November masih di abad 20 si cakep Adi Indrianto ini lahir. Yah, walaupun hanya Mbak Atin yang bersedia mengakui kecakepan tersebut. Sampai berita ini diturunkan, Mbak Atin, yang sekarang sudah menjadi istrinya, ketika dikonfirmasi oleh pembuat blog ini, tidak bersedia memberikan jawaban bertentangan, dia hanya bilang, "Ben, cakep cakepo yo bojoku…". Karena ingin cari suasana baru sekaligus menjauhkan diri dari para gadis-gadis yang sok tahu dengan menyebutnya benar-benar cakep, Adi menjauh dari Solo dan bermukim di Solo Baru, yah tidak jauh-jauh amat sih!


Leonarto de Caprio
Nama yang keren sih, tapi tetep made in Klaten. Nama sebenarnya Sunarto, tapi karena namanya ditiru seorang dalang terkenal, Ki Narto Sabdo, maka dengan berat hati ia ganti nama Leonarto de Caprio. Nah, nama yang dikiranya sudah aman itu ternyata juga ditiru lagi. Tuh, anak Barat yang maen di film Titanic. Berhubung sudah telanjur mengubah nama dan sudah bancakan selama 7 bulan 7 hari, maka dia menerima juga keadaan itu. Ketika ditanya tentang keinginannya saat ini, pria lajang kelahiran 28 Juli tahun antah berantah ini menjawab dengan tegas, "Bilang sama Leonardo de Caprio suruh segera bayar royalty padaku…". Dialah anggota yang paling berpotensi menjadi kritikus, jangankan manusia, kecoak kalo tidur nggak cuci tangan dan kaki dulu ya ia marahi kok! Saat ini dia sedang membuka lowongan pekerjaan! Pingin tahu, tanya aja sendiri!


Kocrit
Nama yang menjijikkan. Tapi jangan salah, nama itu selalu mengingatkan kita tentang asal pembuatan manusia: ko = dari, crit = crit, jadi asal mula kita "dari crit…" (yae lho!). Sering karena misi memperingatkan seluruh umat manusia tentang asal usulnya tersebut, dia tak segan marah-marah kalo ada yang memanggilnya Widi Ruminto. Malapetaka bagi orang yang pandai badminton, sepakbola, catur, lari, dan ndangdutan, setelah kelahirannya 1 April 1978. Sebut saja Alan B., Mia A., GM Utut, Klub MU, dan atlet lain, tak ada yang berani menerima tantangannya, semua…menyerah tanpa syarat. Coba saja kalo berani!
Dialah "bank naskah" Paroden Basah, makanya hati-hati kalo dekat dia. Pesan kami, kalo sedang Nglakoni Nesu jangan dekat-dekat dia, dijamin batal…. Lelaki lajang yang sudah tinggal seatap dengan Mamang ini masih memilih-milih waktu yang tepat untuk menceraikan Mamang. Kalo ingin ketemu dia harap menghubunginya jauh-jauh hari karena kesibukannya yang luar biasa. Kalo ditanya ke mana, jawabnya selalu "Meeting!".


Angga RR
Banyak orang bertanya, RR itu kependekan dari apa. Pengin tahu, Radio Rusak. Alkisah, waktu masih aktif di Teater Peron dulu, Angga Bayu Maha Vishnu sering sekali bercerita tanpa titik tanpa koma, 24 jam non stop. Dialah yang selalu membangunkan temen-temen sebelum ayam jantan sempat membuka mata, dan dialah pula yang rajin mendongeng sebelum tidur. Tak heran jika setiap malam ia selalu ditinggal tidur temen-temennya dulu karena "kesibukannya ngoceh". Alhasil, sering dia merasa ketakutan sendiri waktu malam. Kalo sudah begitu malapetaka bakal segera menghampiri temen-temen yang sedang tidur. Lha gimana tidak, dia tidak segan-segan membangunkan hanya untuk berucap, "He…enek wong cerito koq ra digagas!". Dasar Angga! Kebiasaannya bercerita tersebut dibawa pula sampai tidur, alias NGOROK. Itulah kenapa titel RR resmi ia sandang. Ssss..tt, kalian jangan bilang Angga kalo saya ngrasani dia ya, ok! Bapak hampir 2 anak ini lahir 5 Juli 1980.


Harun

Dialah penggagas nama dan lambang Paroden Basah. Manusia yang terlahir 20 Januari 1979 ini bernama lengkap Hari Untung Maulana. Orangnya putih, tinggi besar, dan sok cool. Dulu dia wagunya juga minta ampun, persis Kocrit. Bedanya, pria Jakarta ini selalu membawakan kehumorisannya dengan nada serius. Akibatnya temen-temen lain sering termakan tipu dayanya. Sekarang dia bersama istri sudah kembali ke kampung, eh… kota halamannya memperbaiki sikap dengan menjadi seorang guru plus ustadz. Kehadirannya sering membuat jengkel, tapi ketidakhadirannya semakin membuat kami kangen, oh, Haruuun….kami rinduuu….


Deddytabies

Terlahir sebagai anak manusia pada 5 Desember 1978. Kalian pasti bisa menebak, dari namanya saja terbayang orangnya seperti apa….mmmm….ya kira-kira samalah dengan Poo-nya Teletabbies. Si gendut dengan nama asli Deddy Wahyu Purnomo ini adalah guru Bahasa Inggris yang handal. Kepiawaiannya menggunakan komputer membuatnya didapuk menjadi sekretarisnya Paroden Basah. Sekarang dia menitipkan tugas-tugas kesekretariatannya pada Adi Indrianto dan berkelana menjadi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Deddy, berjuanglah, cerdaskan generasi muda, dan ….MERDEKAAAA!


Mamang
Entah karena apa dia menyandang nama ini, yang jelas lajang bernama asli Maryana yang lahir di Solo, 5 Oktober 1980 ini tidak pernah berencana menjadi ABRI. Ketekunannya dalam berseni alias banyak vi2s, eh maksudnya ber-arts, membuatnya menjadi begitu beruntung. Sebut saja Balaikota, Diparsenibud, TBJT, dan seabreg kantong-kantong kesenian di Surakarta Hadiningrat telah dia jelajahi. Lelaki dengan bargaining power cukup tinggi ini sering sekali menggandeng temen-temen Paroden Basah yang lain untuk menambah pengalaman di bidang seni pertunjukan. TATV, ProTV Semarang, sampai RCTI sudah dia masuki. Beberapa radio swasta di Solo telah dia jajaki. Dari Pesta Ulang Tahun sampai Resepsi Pernikahan sudah dia taklukkan. Dialah yang paling getol membangun semangat temen-temen mempertahankan eksistensi Paroden Basah. Disaat yang lainnya sibuk menjadi guru dia tetap bersemangat untuk memajukan kesenian. Mantan ketua Teater Peron ini sampai sekarang belum berniat untuk melepaskan kelajangannya, "Belum ada yang cocok," katanya. Kita lihat saja, sampai kapan dia betah melajang.


Yoyon
Begitu Kocrit selalu memanggilnya. Anggota yang merasa paling guanteng seParoden Basah ini terlahir pada 22 April 1980 dengan nama lengkap Budiyono. Tampak nDeso, tapi kebak tresno, heheheee…. Teman setingkat Mamang waktu kuliah ini begitu suka nggitar tapi nggak bisa nyanyi. Itulah yang menyebabkan dia sering didapuk menjadi penyanyi untuk lagu yang butuh suara cempreng. Saat ini dia masih kemronggo untuk menikuti kemana temen-temennya pentas, tapi apa daya, pekerjaan sampingannya sebagai seorang guru mengharuskan dia sok sibuk. Pemuda yang melepaskan kelajangannya bulan April lalu ini masih berharap bisa ikut pentasnya Paroden Basah. Kalo kumpul, dia selalu merengek, "Pliiis, temen-temen, ntar kalo mo pentas aku dikasih tahu, siapa tahu aku bisa ikut…."


Sidiq Jari
Mahasiswa Pertanian UNS yang menguasai cello, biola, dan gitar ini adalah sosok yang lemah lembut. Keberadaannya selalu membawa warna dalam kiprah bermusik kami. Aktivis teater Thoekoel ini sekarang minta ijin untuk berkonsentrasi pada kuliah dan keluarga. Ketika berita ini diturunkan, dia sudah resmi menyandang S.Pert. di belakang namanya. Gut lak ya, kami tunggu kehadiranmu lagi!


Agus Karisma
Oh, Agus, suaraamu, menusuk ke dalam kalbuku…oh…oh…. Agus Riyadi, begitu ortunya memberi nama. Teridentifikasi sebagai manusia sejak 28 Agustus 1980. Sosok yang cukup serius ini adalah orang yang mempunyai disiplin tinggi. Suaranya yang dahsyat senantiasa ditunggu oleh kami. Kalo dia sudah naik ke panggung, jangankan gadis-gadis, anak usia 3 tahun saja bisa ngecesss lho. Kalo sedang memainkan gitar, semua mata terbelalak, bukan karena kemampuannya bereksplorasi tapi karena kehalusan suara gitarnya. Juragan pulsa ini sekarang juga jadi guru. Yah, kecerdasan bangsa itu kan penting. Kalo ingin bertemu dia, setiap malam, sekitar jam 10 ke atas coba Anda ke Gd. Sriwijaya, barat Monumen Pers, barangkali berjumpa. Oh iya, dia masih lajang lho…ada yang naksir nggak?


Oto Orong-orong

Julukannya saja sudah mengingatkan kita pada binatang yang suka nDusur. Dialah Okto Risdianto, si gitaris kami. Permainan ngeJam-nya yang begitu nggilanik adalah salah satu bukti kesehariannya yang sak-sakke. Namun demikian siapa sangka, si Kuning Langsat yang lahir 13 Oktober 1984 ini begitu romantis. Si Iin, gadis pujaanya dulu kini telah melahirkan 2 anak. Kita doain saja semoga keduanya tingkah lakunya tak seperti ayahnya. Anak seni rupa FKIP UNS ini masih betah tinggal di kampus. Kini dia mencoba menentramkan diri dulu bersama keluarganya, menitipkan tugas nggitarnya ke Momon. Yah, semoga apa yang engkau harapkan cepet tercapai, To.


Wachid Brilliant

Namanya sesuai orangnya. Dialah basis yang pinter nggitar, bingung to! Dia orang yang cepet nyanthol kalo disuruh nggarap lagu. Terlahir pada 19 April 1985 membuatnya sebagai anggota termuda di kelompok. Sekarang bersama istrinya dia menjauhkan diri dari dunia permusikan dan mencoba membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah. Sukses buat kamu, Le!


Wawan Sariawan
Adik kandung Hafid PR ini adalah drummer yang mahal senyum. Jadi tidak salah kalo pemuda bernama lengkap Didik Setiawan dijuluki Sariawan. Dari ndangdut sampai underground sudah dia lumat habis. Jejaka Fak. Seni Rupa UNS yang telah menyelesaikan studinya beberapa waktu yang lalu ini sekarang merantau di Bali. Harapan kami, semoga kalo pulang ke Solo tidak jadi Leak! See you friend…!


Momon
Purnomo, nama aslinya. Gitaris yang begitu halus nggitarnya ini selalu membawa senyum di kelompok. Sosok yang murah senyum dan sukar marah ini selalu datang lebih awal ketika latihan. Lha gimana, kalo dia nggak datang, nggak jadi latihan dong! Sekarang dia sudah beristri, jadi kalo ntar ada yang melihatnya jangan naksir ya, heee…


Tiar
Seorang guru les Keyboard ini beberapa waktu yang lalu merantau ke Jakarta, tapi sekarang sudah kembali ke Solo. Bachtiar, sikapnya yang energik dan cerdas ini membawa semangat baru dalam permusikan Paroden Basah. Keikutsertaanya membuat musik kami semakin up to date. Semua lagu cepat ia kuasai. Kalo ada yang mo les keyboard bisa hubungi dia. Si black sweet ini mempunyai suara yang merdu, tapi tapi tak pernah ikut nyanyi. Soalnya kalo dia nyanyi, siapa yang pegang keyboard, hayooooo?


Irawan
Nah ini bassis kami, pengganti Wachid. Anak ISI Surakarta semester antah berantah ini adalah sosok yang menarik. Kalo sedang ngebass goyangannya begitu luwes, tak heran banyak gadis yang memperhatikannya. Tidak mau diam kalo masalah bass mendorongnya selalu mengatakan "Ya" kalo ada temen-temen band yang ngajaknya pentas. Sekarang dia masih dipinjam menjadi bassis salah satu grup Nasyid di Solo. Ayo, kembangkan bakatmu agar semakin jos guandoossss…


2 comments:

Penggemar November 30, 2008 at 5:47 AM  

Mas, boleh donk minta foto-fotonya, kalo dikasih namanya thok, ntar kalo ketemu di jalan gmn? Heeee....

wisata bromo January 26, 2015 at 7:50 PM  

wisata bromo
paket wisata bromo
bromo tour
wisata bromo midnight
sewa jeep bromo

PETA BASAH

BASAHAHAHA

  © Blogger template Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP